• 2

    Nov

    Terrible Accident

    Forget it, Sirius! Aku tak setuju. Aku benar-benar menentangnya. Tampang Remus menyiratkan kegelisahan. Dia dikelilingi oleh para sahabatnya di kamar tidur mereka. Sirius yang tadinya duduk di jendela menatap ke luar langsung mengalihkan kepalanya ke arah Remus, Bahan-bahan ramuanmu mendadak menghilang, Weez enggan mengembalikan Peta Perampok dan mengancam akan menyerahkan benda itu ke McGonagal. What choices do we have? Tanya Sirius datar. Aku bisa melakukannya sendiri, Sirius. Yeah, aku lebih baik begitu daripada membuat kalian semua dalam bahaya. Jawab Remus. Matanya beralih memandang Sirius, James dan Peter berganti-gantian. Seolah meminta dukungan atas saran yang diajukannya. Tapi Remus harus kecewa. Setelah kalimatnya selesai, James angkat bicara, I would not let that happen! Guys,
  • 9

    Oct

    Torturing Scheme

    BY : BabaCilukba Malam itu suasana ruang rekreasi Gryffindor sangat sepi. Hestia membaca Witch Weekly sambil menemani Weez mengerjakan peer Mantra-nya. Di hadapan mereka terletak Bubble dalam akuariumnya yang kelihatan seperti baru dibersihkan. Tak jauh dari tempat mereka berdua duduk, hanya ada 2 murid perempuan kelas 7 sedang ngobrol sambil tertawa-tawa kecil. Dari arah kamar anak laki-laki, Hestia melihat Sirius berjalan menuju meja mereka. Hestia menaikkan Witch Weekly-nya hingga menutupi wajah. Hai. Hestia, hmmm boleh boleh aku bicara dengan Weez sebentar? tanya Sirius gugup. Weez mengangkat wajahnya. Mengalihkan pandangannya dari perkamen yang sedang ia tulis ke wajah Sirius. Hestia melipat bacaannya, mengambil akuarium kura-kuranya tanpa kata, dan langsung berjalan menuju kamar ana
  • 20

    Sep

    Part 2 : Stealing Plan

    BY : Babacilukba Sebulan hampir berlalu sejak kejadian di meja makan Gryffindor itu. Sirius tampak sudah melupakan obrolannya dengan Ika. Sehari-harinya dia terlihat biasa saja, santai tanpa beban. Sedangkan Ika sebaliknya. Sibuk meladeni pertanyaan Hestia yang penasaran. Ika berpikir rasa penasaran Hestia hanya masalah kecil. Dia lebih sibuk mencari cara supaya Sirius mau mengakui perasaannya pada Hestia. Untuk itu, Ika menarik Weez ke perpustakaan di tengah jam makan siang. Weez, kau sudah tau apa yang terjadi di meja makan itu. Kau juga sudah tau pembicaraanku dengan Sirius di Shrieking Shack tahun kemarin. Kau harus membantuku. Kita harus bantu Hestia. Tak bisakah kau bujuk Sirius untuk mengaku? Kau kan lebih sering ketemu dia. Ujar Ika setengah berbisik, mengingat sekarang mereka ber
  • 14

    Sep

    5th Grade : Part 1 Di Meja Gryffindor

    BY: Babacilukba Malam itu hujan turun dengan sangat deras. Lengkap dengan petir dan kilat yang menyambar. Musim panas memang sudah berakhir dan itu membuat aula Hogwarts terlihat begitu rusuh. Anak-anak kelas 1 yang basah kehujanan tampak menyedihkan saat berbaris di dekat pintu aula. Oooh sedih betul jadi anak baru. Harus menyebrang danau saat hujan begini. Ujar Hestia pelan saat dia, Weez dan Ika baru saja memasuki aula setelah turun dari Hogwarts Express. Hestia masih memegang akuarium mini berisi Bubble Blabbing, kura-kura jantan peliharaannya. Maksudmu, sayang sekali mereka semua belum belajar mantra? Karena seingatku kita bertiga juga hujan-hujanan di malam pertama kita di sini, balas Ika yang matanya memandang berkeliling aula. Betul! Kita nggak basah hanya karena kau memantrai kami
  • 6

    Jan

    Part 12 : Sarapan Pagi

    Sabtu pagi yang cerah semua siswa sudah berkumpul di alua besar buat sarapan. Aku berjalan menuju Alua dengan tenang. Senang rasanya kembali. Kakekku memberikan ramuan kepada Madame Pomprey buatku. Saat memasuki alua semua orang terdiam memandangku. Aku berlari ke arah meja Ravenclaw Kau?aku peluk erat-erat tubuh mungilnya. Oh, Ika bagaimana caraku berterima kasih padamu,ujarku semangat. Cukup dengan menyuratiku setiap hari selama libur panjang,jawabnya. Aku akan sangat merindukan sihir. Bagaimana kalau berlibur di rumahku. Ika menjawab dengan anggukan senang. Kemudian aku berjalan ke arah meja asramaku dan menghampiri Weez. Ia langsung berdiri, Tak perlu berterima kasih padaku. Buatku bukan hal besar bertarung melawan empat pelahap maut sekaligus. Aku tahu kau pasti mencariku parkit bodo
  • 3

    Dec

    Part 11 : Duel Sungguhan

    Sembunyikan Hestia? bisikku kepada anjing hitam besar. Anjing itu mengeser Hestia ke balik kayu besar. Dan aku menutupinya dengan daun-daun sebisaku. Suara orang ber-apparate mulai berdatangan. Aku tak berhenti menghitung. Kau pergi cari pertolongan. Anjing ini keras kepala ia tak mau bergerak. Kau tahu temanku cucu penyihir hebat, Hanya orang sekelas pangeran kegelapanlah yang berani menyentuhnya. Dan percayalah ini bukan pertama kalinya terjadi. Tolonglah kalau kau mengerti larilah ke Hogwarts atau Hagrid secepat kau bisa. Suara dentuman apparate berhenti pada hitunganku kelima digantikan suara langkah orang. Cepaaaat kau bisa berlari cepat aku akan menahan mereka hingga bantuan datang. tolonglah. Anjing tersebut berlari seperti orang gila. Satu menit kemudian muncul empat pelahap mau
  • 2

    Dec

    Part 10 : Patronus Hidup

    BY : Madame Penyu Hogwarts menjadi tempat yang luar biasa menyebalkan setelah pemberlakuan jam malam. Bayangkan aku hanya dapat berbicara dengan Ika saat pergantian jam pelajaran, menjelang atau sesudah makan siang. Proffesor Mcgonagall bisa mengecek kamar siswa hingga 16 kali setiap malam. Belakangan ini bibirnya lebih sering mengerucut. Dan dia mulai menerapkan peraturan yang aneh. Seperti tidak boleh mandi usai pukul tujuh malam. Ke kamar kecil tidak boleh lebih dari 10 menit dan larangan kelas berjalan-jalan sendiri. Satu lagi yang paling bikin stres, tiap malam Flich keliaran keliling Hogwarts bersama Dumbledore. Ini membuatku makin mustahil menyelinap ke perpustakaan atau asrama Ravenclaw. Aku menyesal kenapa tak ada jadwal pelajaran yang sama antara Griffyndor dan Ravenclaw. Ken
  • 1

    Dec

    Part 9 : The Sky Definetely Not The Limit

    BY: Madame Penyu Albus apakah saatnya kita mulai khawatir? Murid tidak tiba-tiba menghilang di Hogwarts. Tidak dengan semua penjagaan sihir selama ribuan tahun. Ini seharusnya menjadi tempat teraman di dunia,ucap Mcgonagall gusar. Kecuali siswa yang melarikan diri dari sini. Tapi itu juga tak mungkin? Kita pasti akan mengetahuinya dengan mudah, Flitwick menimpali. Ini akan jadi sebuah berita besar. Siswa hilang di sekolah. Dunia akan gempar. Kementrian sihir pasti akan mengejarmu Albus. Mereka akan menuntut penjelasan,Darcy yang mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Sihir tak ketinggalan ikut bicara. Remus dan kawan-kawan, mereka tak berhasil menemukannya? tanya Dumbledore tenang kepada Mcgonagall yang dibalas dengan desahan nafas panjang penuh sesal. Menurutku Hestia di culik, Minerva tulis
  • 6

    Nov

    Part 8 : Missing in Action

    BY : Madame Penyu Senin pagi yang membosankan! Weez harus menyeretku keluar dari selimut. Aduh!!! Ya ampun Weez kenapa sih, kasar banget, protesku. Cepat nanti kita terlambat, teriaknya. Aku tak pernah tahu, kalau kau sangat tertarik dengan…….., mataku sibuk mencari jadwal pelajaran diantara tumpukan buku yang berceceran di lantai. Herbology?!?! sambungku bingung. Oh, bukan itu, hari ini jadwal latihan Quiditch,celoteh Weez bersemangat. Whaaaaat?!?! bukankah kalian sudah menang. Dan ini minggu tenang sebelum ujian, Tidakkah energi kalian sebaiknya dipersiapkan buat belajar,sanggahku. Oh, tolonglah Hestia. Kau terdengar sangat membosankan.Belum sempat aku membantah Weez sudah meluncur turun dari tangga. Tiba-tiba aku teringat tentang kejadian siang kemarin di danau. Weez, aku b
  • 5

    Nov

    Part 7 : Impas

    BY : Madame Penyu Butuh tenaga ekstra keluar dari ruangan Dumbledore. Hari ini tenagaku seolah tersedot keluar semua. Bahkan kalori yang didapat dari teh rasa peach dan bolu kuali seolah hilang menguap. Kaki ini rasanya membatu. Melangkah saja susah sekali. Anehnya selera makan pun lenyap. Nampaknya otak ini terlalu letih hingga tak sanggup lagi mengirim sinyal lapar ke perut. Tak perlu berpikir dua kali untuk mengurungkan niatku makan siang. Ini adalah saat yang paling tepat menghabiskan waktu sendirian di danau hitam. Tak akan ada yang mencariku. Ika dan Weez akan berpikir aku makan siang bersama kakekku di hogsmeade atau menara astronomi. Begitu juga kepala asrama Gryffindor. Siang hari begini danau akan sepi. Sesampainya di sana dugaanku tepat tak ada siapa-siapa. Kukeluarkan tongkat
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post